This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Desember 2022

CERITA ALAM

KISAH MISTIS PENDAKI GUNUNG PRAU DI IKUTI SOSOK HITAM













Selamat datang kembali para pembaca yang setia, seperti biasa kita akan bahas cerita mistis di gunung. Kisah mistis memang sangat kental di tengah masyarakat Indonesia. Terutama bagi mereka para pendaki gunung. Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika gunung-gunung di Indonesia memiliki hal-hal mistis didalamnya. Para pendaki pun sering menceritakan kejadian mistis yang ia alamai di berbagai media social.

Salah satu pendaki yang membagikan pengalaman mistisnya tersebut adalah Arisa. Wanita berambut pendek ini mnceritakan pengalaman mistisnya tersebut melalui chanel Youtube Kisah Tanah Jawa yang diunggah pada Sabtu, 2 Juli 2022 lalu.

Pengalaman mistis Arisa ini terjadi di Gunung Prau, Dieng, Jawa Tengah. Gunung dengan ketinggian 2.590 mdpl ini berhasil membuat Arisa memiliki pengalaman yang mendebarkan.

Bagaimana tidak? Arisa bercerita bahwa banyak kejanggalan yang terjadi saat ia dan teman-temannya mendaki gunung tersebut. Walau trek jalan pendakian tidak terlalu curam dan justru terbilang mudah, Arisa pun mengaku bahwa selama pendakian dirinya selalu merasa gelisah.

Kegelisahan tersebut berawal dari dirinya dan romobongan yang berangkat dari rumah sejak maghrib dan sampai di basecamp gunung Prau sekitar pukul 10-11 malam waktu setempat. Sebelum sampai di basecamp, Arisa dan kawan-kawannya pun melewati sebuah kuburan. Hal tersebutlah yang membuatnya semakin gelisah dan ragu.

"Duh kok ini makam ya," ujar Arisa, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Youtube Kisah Tanah Jawa, Sabtu, 2 Juli 2022.

Meski merasa ragu dan gelisah, Arisa dan romobongan tetap melakukan pendakian. Selama diperjalanan menuju puncak gunung Prau, Arisa bercerita bahwa dirinya semakin tidak tenang.

Apalagi ditambah dengan cuaaca yang gerimis, membuat perjalanan semakin berisiko.

Hal ganjal pun terjadi, beberapa temannya rebut dan bertengkar lantaran ingin bertukar posisi. Dalam perjalanannya pun, Arisa melihat sosok hitam yang mengikuti rombongannya. Tak berhenti sampai disitu, pendakian Arisa dan rombongan kembali tidak mulus. Pasalnya, ia tidak menemukan jalan pendakian.

Seketika, jalan pendakiannya tertutup oleh vegetasi setinggi badan. Hal tersbeut dinilainya ganjal, karena sebelumnya, vegetasi didominasi dengan pinus.

Ia dank wan-kawannya pun memutuskan untuk berhenti sejenak dan berdoa.

"Ya kita daripada gatau hasilnya, kan kita gatau ya, kita berdoa sebentar, gaada 5 menit," kata Arisa.

Mengejutkannya, setelah mereka berdoa, jalur pendakian pun kembali terlihat jelas. Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di basecamp pendirian tenda, Arisa bercerita suasananya pun masih memmbuat bulu kuduk merinding.

Hal tersebut lantaran sosok hitam yang masih mengikutinya dan rombonongan. Tak hanya itu, ia pun mendengar suara banyak orang berbicara dengan kalimat-kalimat yang tak jelas.

Padahal posisinya, hanya ada dua tenda di basecamp peristirahatn tersebut. Keesokan harinya, Arisa dan kawan-kawan pun memutuskan untuk turun dan kembali ke rumah.
 

CERITA ALAM

KISAH 3 PENDAKI YANG BERTEMU SOSOK WANITA BERKEBAYA DI GUNUNG MERBABU












Hallo lagi para pecinta cerita horor, disini kita masih membahas seputar cerita horor di gunung. Kisah seputar pendakian gunung memang seringkali ditemukan cerita-cerita mistis di dalamnya.

Salah satunya cerita horor yang dialami 3 orang pendaki ketika mereka melakukan pendakian ke gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Dilansir dari Youtube Tagar Misteri, kisah pendakian ini dilakukan orang 3 orang pendaki yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

Hal-hal mistis mereka temui saat mereka berada di hutan mati ketika mereka hendak melakukan perjalanan turun dari gunung Merbabu.

Ketiga pendaki tersebut diantaranya adalah Edo, Lino dan Wili. Edo sendiri merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Sedangkan Lino dan Wili merupakan pelajar sekolah menengah swasta di Kota Semarang.

Mereka melakukan pendakian gunung Merbabu lewat jalur Tekelan pada 16 Juli 2022. Mereka bertiga berangkat dari base camp pada pukul 13.30, dan sampai ke pos 4 sekitar pukul 17.30.

Pendakian mereka menuju puncak gunung Merbabu berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan maupun kejadian aneh lainnya. Baru ketika mereka melakukan perjalanan turun ke pos awal, hal-hal aneh pun terjadi. Keesokan hari, tepatnya pada tanggal 17 Juli 2022, mereka memutuskan untuk turun.

Di jalur pendakian Tekelan ini, terdapat kawasan hutan mati, dan di kawasan ini, Lino dan Edo sudah turun lebih dahulu meninggalkan Wili. Ketika memasuki hutan mati ini, Wili mulai merasakan firasat yang tidak enak, ketika dirinya mulai merasakan ada sesuatu yang aneh di balik semak-semak.

"Saya dengar (suara) kaya semak-semak," ungkap Wili.

Untuk menghilangkan penasaran dan rasa takutnya, Wili pun memberanikan diri menghampiri suara tersebut.

Wili pun terkaget ketika melihat ada sosok wanita di balik pohon. Namun dirinya masih belum yakin apakah yang dia lihat itu adalah sosok wanita atau bukan.

"Saya masuk ke sana, saya melihat ada seperti pohn yang jatuh di depan saya lalu ada cewek di belakang pohon," kata Wili.

Semakin lama dia melihat, Wili semakin yakin bahwa itu merupakan sosok perempuan dengan mengenakan kebaya  Jawa dan Jarik sedang duduk di tanah.

Takut dirinya tersesat, Wili pun bergegas kembali ke jalur pendakian menyusul Edo dan Lino, namun tak kunjung terkejar.

Pada saat itu, Wili pun hanya bisa berdoa sembari beristirahat dan sesekali berjalan berusaha untuk mengejar kedua temannya yang sudah jauh di depannya.

"Saya pikir ini ada yang nggak beres, saya berdoa, beristirahat kemudian jalan dan bertemu Edo" ungkapnya.

Setelah bertemu dengan Edo, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang tanpa menceritakan apa yang telah dialami oleh Wili, karena dirinya percaya, ketika bertemu sesuatu yang aneh, jangan dulu diceritakan kepada orang lain sampai turun dan pulang.

Barulah pada bulan Agustus 2022, Wili menceritakan kejadian yang ia alami ketika menuruni gunung Merbabu.

CERITA ALAM

 MISTERI PASAR SETAN GUNUNG SINDORO

















Kisah misteri di jalur pendakian Gunung Sindoro seperti tidak ada habisnya. Salah satunya adalah misteri keberadaan Pasar Setan di Gunung Sindoro. Istilah Pasar Setan sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki, khususnya di Gunung Sindoro.

Seorang pendaki asal Jakarta, Bagas, menceritakan pengalaman mistisnya saat mendaki Gunung Sindoro pada pertengahan 2017 silam.

Bagas yang saat itu baru lulus SMA, bersama satu temannya mendaki via jalur Kledung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dia berangkat dari Jakarta dan sampai di basecamp pendakian pada pukul 03.00 WIB dan beristirahat sejenak.

Saat waktu menunjukan pukul 06.00 WIB, Bagas dan temannya memulai pendakian. Namun saat berada di pos 1 jalur pendakian, mereka bertemu petani lokal yang menatap dengan tajam.

Petani lokal yang merupakan seorang pria paruh baya itu memperingatkan mereka jika melihat pasar di jalur pendakian, pastikan membeli sesuatu. Jika tidak membeli, kemungkinan mereka tidak bisa pulang.

Bagas dan temannya juga diberi peringatan untuk tidak melihat ke belakang setelah membeli barang dari pasar yang ada di jalur pendakian. Hingga singkatnya, Bagas tiba di pos 2 dan dia dan rekannya mulai merasa lelah.

Sambil merokok, tiba-tiba Bagas tertidur dengan bersandar di sebuah pohon sambil memegang rokoknya yang masih menyala. Bagas yang kala itu dalam keadaan setengah sadar, tiba-tiba melihat sosok perempuan cantik yang wajahnya seperti orang Eropa. Gadis itu melihat dia dengan tatapan tajam hingga sosok gadis itu hilang saat teman Bagas menepuk pundaknya.

Singkat cerita, Bagas dan temannya melanjutkan pendakian dan sampai di pos 3. Di pos 3 tersebut, Bagas dan temannya bertemu dengan pendaki-pendaki lain yang sedang berkemah. Saat itu, jam menunjukan pukul 15.00 WIB. Kemudian Bagas dan temannya kembali melanjutkan pendakian untuk mencapai sunrise camp.

Saat akan melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Sindorom pendaki lain sebenarnya sudah memperingatkan untuk tetap tinggal, namun Bagas dan temannya tetap nekat mendaki.

Hingga saat tiba mendekati pos 4 pada malam harinya, mereka berdua memutuskan untuk berkemah. Saat berkemah tersebut, dia mulai merasa aneh karena melihat langit yang berwarna merah diikuti sambaran petir.

Selain itu, dia dan temannya juga mendengar keramaian dan singkatnya, mereka melihat pasar. Mereka merasa aneh karena saat itu waktu sudah malam hari dan mereka ada di jalur pendakian dan tidak mungkin jika ada pasar yang masih buka.

Anehnya lagi, mereka yang ada di pasar itu berwajah pucat dan berpakaian adat Jawa. Saat itu juga, Bagas teringat peringatan dari sang petani lokal yang menyuruh dia untuk membeli sesuatu dari pasar tersebut.

Bagas sempat bingung harus membeli apa karena yang dijual semua terlihat aneh dan mengerikan. Seperti daging merah darah yang pekat. Hingga akhirnya, di salah satu kios penjual ada yang menjual tisu dan itulah yang Bagas beli.

Sesudah membeli tisu, Bagas dan temannya kembali melanjutkan perjalanan tanpa melihat ke belakang. Saat itu, semua yang ada di pasar melihat Bagas dan temannya. Sambil ketakutan dan hampir menangis, Bagas dan temannya tetap berjalan ke depan tanpa melihat belakang.

Hingga sampailah mereka ke sunrise camp dan bertemu banyak pendaki lainnya. Di puncak sunrise camp Gunung Sindoro itu, Bagas dan temannya sempat menikmati pemadangan puncak dan matahari terbit yang indah.

Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk turun gunung. Saat turun, Bagas mulai merasakan keanehan lagi di mana tas yang dia bawa terasa berat dan badanya pegal semua. Bahkan tempat yang pada malam harinya berupa pasar, ternyata hanya berupa jurang.

Bagas dan temannya juga sempat diserang oleh anak macan kumbang namun akhirnya berhasil diusir oleh bantuan pendaki lainnya dengan menyalakan api. Bersama pendaki lainnya, Bagas dan temannya berhasil sampai basecamp dengan selamat.

Saat berada di basecamp, betapa kagetnya saat melihat tisu yang dibeli dari pasar ternyata berubah menjadi daun. Namun, Bagas dan temannya tetap bisa pulang ke Jakarta dengan selamat.